Postingan

Post Terakhir

Cuplikan menarik di tahun 2014 versiku

Di mulai dari januari 2014, terasa bulan yang menyedihkanku karena pada saat itu kota Pati tempatku berteduh dan mencari sesuap nasi *bbrb setel lagu orang pinggiran* mengalami musibah banjir.  Air bah dimana-mana bahkan pada saat itu masih teringat dimemoriku saat sekolah saja teman-teman sekelas bisa di hitung jari, udah kayak anak pedalaman banget deh, dengan ciri-ciri: ke sekolah pakai sandal,sering jam kosong, bahkan aku pernah gak masuk sekolah gara-gara akses jalan menuju sekolah udah ngeri banget banjirnya, untungnya bapak seketika berubah menjadi ridho roma: “sekolah jangan sekolah, kalau tak ada artinya” *seketika di gaplok* oiya dalam dunia per-kuisan jadi gitu gaes, aku hobi banget nguis ditwitter, makanya dengerin kicauanku dong. Di bulan januari itu aku perdana, pertama, firstly atau apalah sebutannya, aku menang gadget android lohhhhhh bukan maksud pamer ya, di tulisan ini kan sekedar sharing barangkali di tahun berikutnya nanti saat aku baca postingan ini aku ...

Keajaiban Sebuah Pujian

Gambar
Bunga di parkiran asrama Terjun di dunia organisasi selama perkuliahan adalah warna baru bagiku. Berorganisasi dengan orang, menyesuaikan diri dengan karakter dan watak yang berbeda, serta mengajukan argumen pendapat ke forum sudah menjadi makanan. Tidak dapat dielakkan pula, menjadi sebuah anggota atau seberapa penting bagianmu di sebuah divisi Organisasi kadang membuatmu membutuhkan sebuah pujian. Bukan gila hormat, atau haus apresiasi orang, tapi melinik lagi pada kenyataan. Hidup kadang berjalan sedemikian halnya. Menjadi seseorang yang sering dipuji menurutku ada kesitimewaannya tersendiri, kita menjadi lebih berani, lebih percaya pada diri sendiri dan ingin mengembangkan diri, lagi dan lagi.           Aku mengikuti dua organisasi dalam setahun kehidupan perkuliahan. Dan aku tahu, di tempat mana aku bisa berkembang atau stagnan. Bukan salah kepala departemen atau pimpinan redaksi yang aku emban, namun bentuk apresiasi atau bagaim...

Happy Death Day

Gambar
“ Happy Birthday !” adalah seruan bagi teman atau seseorang yang sedang berulang tahun. Berbeda dengan “ Happy Death Day ” sebuah judul film keluaran Oktober 2017 lalu. Mengusung genre hororr, thriller, dan humor ( atau mungkin sense humor aku yang serendah ini ). Happy Death Day suskses menjadi Movie Of The Year versi Stefani On The Spot . Mengulangi hari yang sama, tepat sesudah dirinya dibunuh dengan seseorang yang memakai topeng lucu terasa menyeramkan. Happy Death Day , membuat aku berfikir, tertawa, dan ketakutan. Menontonnya tepat pada pukul satu malam menambah sensasi horor yang berlebihan. Tapi aku tidak menyesal, karena banyak makna yang didapatkan. Asik ya, ritemenya a-a-a gitu, bukan? Selepas dari itu semua, banyak pesan moral yang nggak secara gamblang disampaikan pemain, tapi dari pemikiran masing-masing penonton. “Ketika aku hidup berkali-kali, dan mengulangi momen yang sama, aku semakin mengenal dan mengerti seburuk apa diriku,” Tree, pemain utama dalam Happy ...

Menanti Jawab Si Pemberi Harap

       Menanti Jawab Si Pemberi Harap           Jatuh hati. Mungkin butuh waktu lama lagi untukku jatuh hati. Bukan jatuh hati sih, lebih tepatnya jatuh ke dalam belenggu ekspektasi. Ya. Bukan jatuh hati yang membuatku sesakit ini, tapi ekspektasi. Jatuh hati tidak mengenal batas dan balas dalam mencintai dan memberi afeksi. Lain halnya dengan yang kualami. Ekspektasi. Menejerumuskan. Masalah. Awal dari semua kekacauan hati ini, hingga aku kerepotan menatanya kembali.           Ekspektasi telah menuntunku pada sebuah pengharapan semu. Yang di luar nalarku. Seakan menari-nari diatas khatulistiwa. Indah, nyaman, menenangkan. Tapi semua itu hanya sesaat. Seperti sebuah kepulan asap, yang lekat sejenak lalu sirna entah kemana.           Andai aku bisa memilih, aku ingin hatiku bergerak seperti air. Mengalir, begitu saja. Jelas kema...

Up, Stef!

Gambar
Apa yang ada padamu sekarang, barangkali adalah impian banyak orang. Syukuri. Jalani dengan sebaik-baik hati dan semangat yang tak boleh pergi. (Puisi: Istiananaa ) Mungkin puisi di atas sebagai pengingat kita, bahwa dulu kita pernah memiliki langkah yang sering diremehkan, di anggap tidak mungkin, atau bahkan kita sendiri yang kurang percaya pada langkah yang kita ambil. Jika boleh mengutip dari quotes film favoritku, Forest Gump, life is like a box of chocolate, you don’t know what you will get it . Chapter dalam novel romansa yang berjudul Kisah Perjuangan Stefani baru saja akan di mulai pada subbab pertama. Yaitu, SBMPTN. SBMPTN sendiri bagaikan aroma manis yang memberikan kedua pasangan aura imajinasasi, tapi tenang itu hanya retorika belaka. Kenyataan yang ada, Sbmptn sangat sarkasme. Dia tidak memandangmu dari mana pun juga, yang penting kamu bisa kerjakan, kalau nggak? Ya, hajar! Semua orang di babat habis tak bersisa, yang terkuat, atau yang bertahan bukan...

Keceriaan yang sesaat [CERPEN]

Sampai di hari kelulusan tiba,aku masih melihat bangku tua di sebrang gudang gedung swakarasuka. Gedung tempat hiruk pikuk orang mulai bercerita tentang pencapaian dan menangisi perpisahan dengan sahabat. Tapi aku menunggu orang yang tak lazim ditunggu. Dengan make up seadanya aku mulai memperhatikan bedak yang luntur di cermin, seolah mengerti kegundahanku muncul seseorang memberikan tissue. “Masis nunggu dia, ra?” “Hmm, pasti bentar lagi datang...” seyakin mungkin kujawab tatapannya pula. “Kamu nggak penasaran sama kabar teman-teman? Sekalian ambil foto sekelas? Terakhir kalinya lho ra,” kenangan itu meluncur. Kalimat terakhirnya menohok. Aku teringat memori mengenaskan pada sebuah situasi dimana saat itu ingatanku melemah... “dit! Bangun! Gak usah sok-sokan acting!” “Hmmm,uh-hu. Masih pagi jeng” “Pagi-pagi, mbahem meteng ! Ora le! Cepettttttttttttttttttt, aku numpak sepeda ndisik mboh!” “Bawel, turuku nyaman tanpa suaramu, huh!” Segera ku bawakan nasi beserta lauk pauk un...

The power of Petak Umpet

Pernahkah kamu merindukan masa kecilmu? Saat permainan petak umpet lebih menghadirkan tawa segar daripada sejumlah likers foto instagram. Atau pernahkah kamu ingat pada permainan ular naga yang membawa masa kanak-kanak kita mengerti arti kekompakkan dan paduan suara tak berirama. Masa-masa emas itu sudah lama berakhir. Sekarang saat aku melihat sekeliling, kulihat rumah yang memiliki tempat duduk dari semen itu, rumah temanku Ani, mungkin sekarang dirinya sudah duduk di bangku SMA. Kenapa bisa ku bilang mungkin? Sudah lama dirinya pindah, kini rumah itu di kontrakkan, jadi wajah tetangga baru selalu menjadi corak rumah itu. Kemudian di depan rumah Ani, kuingat itu rumah Michelle. Wajah yang ceria dan cerdik, menggemaskan, paling semangat kalau main, tapi itu dulu, SD tepatnya. Dirinya juga sudah pindah, ntahlah kemana, sudah banyak tahun yang terlewatkan tanpa kunjungan darinya, masih banyak lagi teman-teman sekomplek rumah yang terbawa arus mobilisasi, mulai dari alasan keluarga,ek...