Up, Stef!
Apa yang ada padamu sekarang, barangkali adalah impian
banyak orang.
Syukuri.
Jalani dengan sebaik-baik hati
dan semangat yang tak boleh pergi.
(Puisi: Istiananaa)
Mungkin puisi di atas sebagai
pengingat kita, bahwa dulu kita pernah memiliki langkah yang sering diremehkan,
di anggap tidak mungkin, atau bahkan kita sendiri yang kurang percaya pada
langkah yang kita ambil.
Jika boleh mengutip dari
quotes film favoritku, Forest Gump, life
is like a box of chocolate, you don’t know what you will get it.
Chapter dalam novel romansa
yang berjudul Kisah Perjuangan Stefani baru saja akan di mulai pada subbab
pertama. Yaitu, SBMPTN. SBMPTN sendiri bagaikan aroma manis yang memberikan
kedua pasangan aura imajinasasi, tapi tenang itu hanya retorika belaka. Kenyataan
yang ada, Sbmptn sangat sarkasme. Dia tidak memandangmu dari mana pun juga,
yang penting kamu bisa kerjakan, kalau nggak? Ya, hajar! Semua orang di babat
habis tak bersisa, yang terkuat, atau yang bertahan bukan saja dari mereka yang
beruntung, tapi mereka yang bisa merasakan kesyukuran itu sendiri.
Aku tidak memiliki banyak
amunisi untuk menghadapi Perang SBMPTN 2016 kala itu, persenjataan yang ku
persiapkan hanya zenius.net. Dia sangat membantuku segala hal, dengan modal
empat ratus ribu aku bisa membabat habis soal-soal yang di sediakan, tapi nggak
semua juga, sih. Kala itu aku
berjuang sungguh-sungguh. Ini bukan sebuah try
out, atau ujian nasional, tapi aku harus menciptakan kualitas diri yang
benar-benar berkualitas, dan aku belajar dari zenius semua hal itu.
Perlahan-lahan, mindsetku akan
belajar berubah, aku tidak lagi mengganggapnya beban, atau “Ih, emang waktu
kerja, nanti bakalan di tanyain rumus ini?” Yes,
absolutely no. walaupun aku belum pernah kerja. Karena sebenarnya, tujuan
aku belajar adalah untuk membuat kualitas diriku berbeda dengan yang lain, aku
dapat mengerti tentang banyak hal merupakan hal yang mengasyikkan. Membuat segala
sesuatu nggak asal ngapal, tapi dong.
Duh, bahasa patinya keikut kalau gini. Pengalaman pahit? Jangan tanya. Dari kerikil
sampai aspal jalanan sudah sempat mampir dalam hidup, tentu saja sakit, bahkan
ban sepeda bisa aus kalau terkena jalanan kasar terus-terusan. Tapi, kita kan
manusia, bukan?
Persiapan untuk SBMPTN sendiri, yang menjadi point of viewku, diantaranya:
§ Pilih Jurusan yang membuat
kalian tidak pernah bosan menguliknya.
§ Kalau sudah tahu jurusannya,
coba kenal lingkungannya. Mungkin jurusan yang kamu tuju banyak anak-anak
gaulnya, kan asik gitu. Atau malah jadi sok asik? #pengalaman
§ Habis baca postingan ini,
belajar.
§ Berdoa.
§ Belajar itu nggak harus setiap
hari, kesadaran aja sih, siapa yang mau SBMPTN dengan pesaing 800.000.
§ Wow ya?
§ Carilah motivasi, mau punya
pacar anak FK UI atau mau membanggakan orang tua, mau selfie sama SKK UGM,
semuanya itu, depends on you, so, stay
smile and say hei, your growth day was coming soon.
§ Belajar dari cerita gagal, ya.
Mungkin ini cerita pengalaman
bersbmptnria yang paling pendek yang kalian temukan, namun percayalah, bahwa:
“Your dream doesn’t have an
expiration date. Take a deep breath and try again.” - vjdaniel


Komentar
Posting Komentar