Hitung mundur: Masa SMA

Waktu perpisahan sama turis Perancis yang ke SMA(kelas XI nih)

Pasti kalian sudah sering mendengar hal-hal klasik seperti istilah ‘masa SMA masa yang indah’ tapi menurut versiku, it trully! Aku merasakannya di saat akhir akan menuju gerbang UN. Saat menulis cerita ini tepat dimana sekolahku sedang mengadakan Ujian Sekolah. Masa SMA ku bentar lagi berakhir! Tiap hari kalimat itu yang ku jejali. Aku juga nggak sabar menyabut masa-masa remajaku sebagai mahasiswa. Sebelumnya perasaan kehilangan ini sudah lama muncul,bahkan sejak pelajaran terakhir mapel non-UN. Aku merasakan atmosfer berbeda, banyak guru yang memberikan pelajaran terakhir mereka sebagai momen penyemangat dan pemotivasi, aku bisa membayangkan betapa lembut hati guru, mereka harus mengucapkan salam perpisahan seperti ini tiap tahun dan mereka sendiri yang tidak berubah, masih tetap mengajar walaupun dikelas berbeda dan harapannya supaya kami muridnya menuai kesuksessan di kemudian hari. Aku punya bermacam tipe guru, dari yang lemah lembut sampai pemurah tugas wkwkwk. Pak Suwadi pengajar PKW, guru ini punya ciri khas setiap pelajaran mau dimulai kita diajak nyanyi bahkan doi sempet buat lagu dan nyanyi di depan kelas, bahkan tertawa buat perut kram sudah jadi rutinitas pelajar pak suwod, love yo pak. Pak Ragil, guru termuda, guru sejarah peminatan kelas kami, banyak sekali hal yang kudapat dari pak Ragil dari beliau aku bisa merasakan kegiatan Pecinta Alam yang dulu sempat menghilang dari peraduannya di SMA, di sela-sela pelajaran beliau juga kita sering diberi video keindahan indonesia,video lucu, kesan dan pesan waktu jadi mahasiswa, Pak Ragil is my inspiration teacher J selanjutnya Pak Setyo, beliau dikenal dengan guru bijak, mata pelajaran Pkn terkenal ‘rumit’ dimana berkutat pada UUD dan pasal-pasal, tapi jika beliau yg menjelaskan, keren banget. Pembawaan yang tegas membuat siswa mudah nurut dengan anjuran Pak Setyo, gak jarang banyak temen cewekku yang ngefans sama pak set loh :D selanjutnya, ada Bu Indri. Beliau guru pengampu bahasa Jawa dari kelas sepuluh SMA. Pembawaannya lemah lembut selayaknya orang jawa pada dasarnya, bu indri juga pengusaha serabi solo lho, dulu waktu beliau masih menjadi wali kelas X IIS 3 kami sekelas sebelum melaksanakan pentas seni dibawakan satu dus serabi, nyummy! Diantara banyak guru aku cuma pernah mampir kerumah bu indri, aku juga jadi tau kalau tempat buat serabi juga hehe, beliau guru yang diam-diam menghanyutkan, pernah suatu kali menyanyi untuk memberkan kami contoh tembang jawa, ah merdunya! Kemudian... bu handayani. Slogan khasnya sebelum pelajaran dimulai itu JAS MERAH! Jadi kalau ada kelas yang teriak-teriak yel yel itu, yaudah Bu handayani detected. Beliau menjelaskan pelajaran sejarah indonesia dengan keunikan tersendiri layaknya kita anak yang di dongengin, seru lhooo. Beberapa diantaranya masih akan mengajar kami di pemadatan untuk guru-guru mapel UN jadi kesempatan bertemu masih banyak broh! Nah itu tadi keunikan guru-guruku yang paling aku sayang, perjuangan mereka mengajari dan membimbingku menjadi anak mereka disekolah tak akan aku biarkan sia-sia. Tunggulah nanti atau besok bu/pak aku ingin sekali memeluk kalian diwaktu Stefani menjadi apa yang kalian harapankan.




“Jangan jadi mahasiswa yang baik, tapi sebaik-baiknya mahasiswa.” –Pak Ragil

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sonichi

Absurb

Keajaiban Sebuah Pujian