Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

The power of Petak Umpet

Pernahkah kamu merindukan masa kecilmu? Saat permainan petak umpet lebih menghadirkan tawa segar daripada sejumlah likers foto instagram. Atau pernahkah kamu ingat pada permainan ular naga yang membawa masa kanak-kanak kita mengerti arti kekompakkan dan paduan suara tak berirama. Masa-masa emas itu sudah lama berakhir. Sekarang saat aku melihat sekeliling, kulihat rumah yang memiliki tempat duduk dari semen itu, rumah temanku Ani, mungkin sekarang dirinya sudah duduk di bangku SMA. Kenapa bisa ku bilang mungkin? Sudah lama dirinya pindah, kini rumah itu di kontrakkan, jadi wajah tetangga baru selalu menjadi corak rumah itu. Kemudian di depan rumah Ani, kuingat itu rumah Michelle. Wajah yang ceria dan cerdik, menggemaskan, paling semangat kalau main, tapi itu dulu, SD tepatnya. Dirinya juga sudah pindah, ntahlah kemana, sudah banyak tahun yang terlewatkan tanpa kunjungan darinya, masih banyak lagi teman-teman sekomplek rumah yang terbawa arus mobilisasi, mulai dari alasan keluarga,ek...

Hitung mundur: Masa SMA

Gambar
Waktu perpisahan sama turis Perancis yang ke SMA(kelas XI nih) Pasti kalian sudah sering mendengar hal-hal klasik seperti istilah ‘masa SMA masa yang indah’ tapi menurut versiku, it trully! Aku merasakannya di saat akhir akan menuju gerbang UN. Saat menulis cerita ini tepat dimana sekolahku sedang mengadakan Ujian Sekolah. Masa SMA ku bentar lagi berakhir! Tiap hari kalimat itu yang ku jejali. Aku juga nggak sabar menyabut masa-masa remajaku sebagai mahasiswa. Sebelumnya perasaan kehilangan ini sudah lama muncul,bahkan sejak pelajaran terakhir mapel non-UN. Aku merasakan atmosfer berbeda, banyak guru yang memberikan pelajaran terakhir mereka sebagai momen penyemangat dan pemotivasi, aku bisa membayangkan betapa lembut hati guru, mereka harus mengucapkan salam perpisahan seperti ini tiap tahun dan mereka sendiri yang tidak berubah, masih tetap mengajar walaupun dikelas berbeda dan harapannya supaya kami muridnya menuai kesuksessan di kemudian hari. Aku punya bermacam tipe guru, d...