Kenalin, aku Stefani si...


Sebenernya heran juga kenapa sikap orang bisa berubah secepat itu, kenalin, aku Stefani yang dulunya selalu semangat dalam mengerjakan hal yang berbau sekolah, iya itu dulu. Tapi hari ini masih kok, Cuma objeknya yang di semangatin yang beda. Aku mulai menyukai dunia bisnis, dunia yang berbau menghasilkan segala sesuatu dengan pasti, yang bisa membuatku menyetop perkataan ‘’mama minta uang dong” karena mama minta pulsa sudah terlalu mainstream aku terus berusaha untuk menghasilkan yang banyak, hingga lupa waktu, lupa keadaan, lupa segalanya, bahwa banyak kebiasaan yang baik aku tinggalkan, salah satunya membaca buku. Buku merupakan temanku dulu sekarang kalian pasti tau siapa temanku yang paling bisa menyokong bisnis online shopku. Gadget. Iya. Tugas keteteran? Iya, sering begadang malam juga iya, banyak kebiasaan lama yang mengelupas lagi. aku mulai bertanya dalam diri sendiri ini baik gak sih buat aku? Buat jiwaku? Aku puas gak sih dengan hasil ini? Aku bosen gak sih lihatin gadget terus tiap hari? Aku mulai menghayati kalimat itu. Sebagai jomblo aku menikmatinya, karena gadgetku nggak sepi lagi tentunya karena banyak yang tanya *iya banyak yang tanya doang, yang order beberapa* semakin hari aku semakin menjauh dari draf mimpiku, dari draf mimpi yang sudah kususun diatas kertas folio kuno dengan nomor urut satu sampai seratus ,hanya beberapa mimpi yang sudah terwujud , yang lainnya menanti diwujudkan tapi akunya malah lupa, ah manusia memang aneh, begitu mudah melihat kisah nyata orang yang mudah membuktikan mimpinya, aku harus bersusah payah? Bukan itu aku bukan mengeluh, aku selalu di beri kepuasan oleh Tuhan tapi karena rasa kurang bersyukur, aku mungkin harus mengalami ini, merasa segala sesuatu yang kupunya kurang kurang kurang dan kurang. Saat ini detik ini semoga saja sampai selanjutnya, aku harus mengingat draf kebaikan Tuhan padaku, aku harus menyusun skenario mimpi yang saat ini sudah merujuk ke arah realita diriku. Ini hanya coretan. Coretan cewek yang belum tau apa itu hidup, hidupnya masih kayak angin, dia juga rapuh, oiya perkenalan awal lagi ya. Hai, aku Stefani dan aku menikmati hidupku meskipun kadang tak sesuai harapan tapi hidupku penuh warna, kalau kalian bagaimana?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sonichi

Absurb

Keajaiban Sebuah Pujian